5 Tempat Wisata di Surabaya Yang Hits & Instagramable

5 Tempat Wisata di Surabaya Yang Hits & Instagramable

5 Tempat Wisata di Surabaya Yang Hits & Instagramable itu ternyata bukan cuma soal “background cantik”, tapi tentang kota yang makin ramah buat jalan santai, berburu senja, dan nongkrong tanpa harus keluar biaya besar.

Di satu sisi ada bangunan heritage yang bikin feed kamu terasa klasik, di sisi lain ada spot modern yang vibes-nya seperti waterfront city. Dan enaknya, banyak destinasi yang bisa dirangkai dalam sehari karena lokasinya masih satu garis di pusat kota.

Kalau kamu tipe yang suka foto candid sambil ngemil, Surabaya juga pas: dari street food sampai kuliner legendaris, semuanya mudah dicapai pakai transportasi online atau bus kota. Bahkan ada agenda Car Free Day yang rutin digelar jadi kamu bisa dapat suasana “jalan milik pejalan kaki” tanpa drama macet.

Panduan cepat sebelum berangkat

Kalau kamu baru mendarat di Juanda atau turun di stasiun, patokan amannya: mulai dari area pusat kota (Tunjungan–Gubeng–Balai Pemuda). Dari situ, kamu bisa melipir ke spot-spot paling instagramable tanpa bolak-balik jauh.

Buat opsi hemat dan seru, kamu bisa coba Suroboyo Bus yang terkenal karena inovasi pembayarannya yang terkait sampah plastik (serta ada alternatif pembayaran non-tunai/QRIS di programnya).

1) Alun-Alun Surabaya (Outdoor + “basement” yang unik)

Alun-Alun Surabaya

Kalau kamu suka tempat publik yang rapi dan fotogenik, Alun-Alun Surabaya itu paket komplit. Area outdoornya enak buat jalan sore, sementara area bawah tanah/basement-nya memberi suasana berbeda—lebih adem, lebih “urban”, dan sering jadi tempat pameran/aktivitas komunitas. Di sini kamu bisa dapat foto yang kelihatan modern, tapi tetap ada rasa “kota lama” karena dekat kawasan Balai Pemuda.

Info praktis

  • Tiket: gratis (area ini tercatat gratis di kanal pariwisata Surabaya).

  • Jam buka outdoor: tercatat 07.00–21.00.

  • Basement: pernah diberlakukan jam operasional berbeda (contoh rilis awal pembukaan mencatat Selasa–Minggu 09.00–19.00). Karena kebijakan bisa berubah, cek info terbaru sebelum datang.

Cara ke sini
Dari Stasiun Gubeng tinggal meluncur 10–15 menit naik ojek/taksi online. Kalau kamu jalan santai dari Tunjungan, ini juga masih masuk kategori “jalan kaki plus berhenti foto”.

Spot foto yang paling aman “jadi”
Ambil angle yang menonjolkan signage/landmark, lalu lanjut foto di jalur pedestrian saat lampu mulai menyala. Trik kecil: datang 30–45 menit sebelum golden hour habis, supaya dapat dua mood sekaligus—terang dan malam.

Cerita kecil
Saya paling suka datang pas habis Magrib: suasananya ramai tapi tidak mepet, dan kamu bisa lihat orang lokal yang benar-benar “hidup” di ruang publik ada yang latihan skate, ada yang sekadar duduk ngobrol. Rasanya bukan spot buatan yang dipaksakan, tapi tempat yang memang dipakai warga.

2) Jalan Tunjungan (Heritage night walk yang bikin feed kamu naik kelas)

Jalan Tunjungan

Jalan Tunjungan itu tipe tempat yang simpel, tapi entah kenapa selalu “masuk kamera”. Bangunan-bangunan lawas, lampu jalan, dan keramaian malam bikin foto kamu terlihat seperti postcard. Ini juga spot yang enak buat yang suka street photography: orang lewat, neon, dan tekstur kota.

Info praktis

  • Pada momen tertentu, Tunjungan sering jadi titik aktivitas publik (misalnya termasuk titik Car Free Day yang dijadwalkan pemkot).

  • Malam hari dikenal cocok untuk wisata kuliner dan suasana jalan-jalan santai.

Cara ke sini
Kalau kamu menginap di area pusat kota (sekitar Tunjungan–Embong Malang–Basuki Rahmat), tinggal jalan kaki. Kalau dari luar area, turun saja di sekitar Tunjungan Plaza lalu lanjut pedestrian.

Spot foto yang paling “Instagramable”
Foto dengan gaya “jalan mendekat kamera” di trotoar lebar, atau cari refleksi lampu di kaca gedung. Kalau kamu bawa teman, coba mode burst: Surabaya itu ramai, dan ekspresi spontan biasanya lebih bagus daripada pose yang terlalu diatur.

Tips penting
Karena ini area hidup, jaga sopan saat foto di depan toko/gedung, dan jangan menghalangi pejalan kaki. Justru kalau kamu ikut arus orang lewat, hasilnya lebih natural.

3) Surabaya North Quay (SNQ): tempat paling gampang buat dapat foto senja

Surabaya North Quay

Kalau targetmu “senja + laut + kapal”, SNQ jawabannya. Ini salah satu spot yang bikin Surabaya terasa seperti kota pelabuhan yang romantis—anginnya kencang, langitnya lebar, dan kalau beruntung kamu bisa lihat kapal besar lewat.

Info praktis (yang sering dicari orang)

  • Jam operasional (rilis media): Selasa–Kamis 12.00–19.00, Jumat 13.00–19.00, Sabtu–Minggu 12.00–20.00.

  • Tiket masuk yang sering diberitakan: tiket umum Rp10.000 dan ada opsi area/teras tertentu yang lebih mahal (contoh Rp50.000) + info voucher foodcourt.

Cara ke sini
SNQ berada di area Pelabuhan Tanjung Perak, jadi paling nyaman naik taksi online dari pusat kota. Kalau kamu suka rute “sekali jalan banyak spot”, kamu bisa gabungkan SNQ dengan wisata kuliner daerah Perak–Krembangan.

Spot foto wajib
Ambil foto siluet saat matahari turun, lalu lanjut close-up dengan detail railing, langit, dan signage. Jangan lupa bawa hair-tie atau topi—anginnya bisa bikin sesi foto jadi “chaos yang lucu”.

Cerita kecil
Saya pernah datang niatnya cuma 20 menit, tapi malah betah hampir satu jam karena suasananya bikin pikiran “restart”. Ada momen ketika langit berubah warna pelan-pelan, dan semua orang otomatis jadi lebih pelan jalannya—seperti sepakat menikmati senja bareng-bareng.

4) Hutan Bambu Keputih: vibes “healing” tanpa keluar tiket

Hutan Bambu Keputih

Hutan Bambu Keputih ini favorit buat kamu yang pengin foto hijau-hijau tapi malas jauh-jauh ke luar kota. Jalurnya rindang, teksturnya rapat, dan hasil fotonya sering terlihat “tidak seperti Surabaya” (padahal masih di dalam kota).

Info praktis

  • Banyak referensi wisata menyebut tiket masuk gratis, umumnya hanya perlu biaya parkir.

  • Lokasinya sering dicantumkan di area Jl. Raya Marina Asri, Keputih (Sukolilo) dan ada sumber yang menyebut bisa dikunjungi 24 jam.

Cara ke sini
Kalau kamu dari pusat kota, naik ojek/taksi online paling praktis. Bila kamu sekalian mau eksplor Surabaya Timur, kamu bisa rangkai dengan wisata kampus/area Kenjeran (pilih sesuai waktu).

Spot foto yang paling aman
Ambil angle low (kamera sedikit lebih rendah) supaya bambunya terlihat menjulang. Pagi atau sore itu paling cakep karena cahaya lebih lembut dan tidak bikin muka jadi “blown out”.

5) Monumen Kapal Selam (Monkasel): museum yang estetik sekaligus bikin merinding kagum

Monumen Kapal Selam

Monkasel itu salah satu destinasi yang “nggak bisa gagal”. Kamu lihat kapal selam beneran, bisa foto dengan skala yang dramatis, dan dapat bonus cerita sejarah yang bikin kunjungan terasa lebih berbobot.

Info praktis

  • Situs resminya mencantumkan lokasi di Jl. Pemuda No.39 serta jam buka 08.00–21.00.

  • Media lokal juga sering menyebut tiket masuk sekitar Rp15.000.

Cara ke sini
Enaknya Monkasel itu dekat pusat kota dan landmark lain. Dari area Gubeng/Plaza Surabaya, kamu bahkan bisa jalan kaki kalau cuaca bersahabat.

Spot foto wajib
Foto dari sisi depan kapal untuk efek “gagah”, lalu lanjut detail kecil seperti tangga masuk, rivet, dan papan informasi (ini bikin feed kamu lebih bercerita, tidak cuma “foto di depan objek”). Kalau kamu suka konten Reels, coba transisi dari luar kapal → masuk lorong sempit: dramanya dapet.

penginapan strategis biar semua spot gampang dicapai

Kalau targetmu 2 hari 1 malam, pilih penginapan di sekitar Tunjungan–Gubeng–Basuki Rahmat. Alasannya sederhana: dekat pusat kuliner, dekat transport, dan jarak ke Alun-Alun/Monkasel itu ramah ongkos.

Buat yang bawa keluarga, area pusat kota juga memudahkan cari makanan kapan saja. Kalau kamu tipe pemburu senja, tinggal geser jadwal: siang kota, sore ke SNQ.

Kuliner khas Surabaya yang paling “wajib coba”

Biar trip kamu tidak cuma cantik di foto tapi juga “kenyang di hati”, ini beberapa yang kuliner terkenal dan mudah ditemukan:

  • Rujak Cingur (campuran sayur, buah, cingur, bumbu petis)

  • Sate Klopo (sate dengan balutan kelapa sangrai)

  • Lontong Balap (kuah gurih-manis, tauge, lentho, petis)

  • Rawon (hitam pekat dari kluwek, wangi khas)

Beberapa referensi kuliner bahkan mencantumkan titik-titik yang populer seperti Rujak Cingur Ahmad Jais, Sate Klopo Ondomohen, hingga Lontong Balap legendaris.

Kesimpulan

Kalau kamu hanya punya waktu singkat, lima tempat di atas sudah cukup bikin kamu pulang dengan memori lengkap ruang publik yang hidup, koridor heritage yang fotogenik, senja pelabuhan, hutan bambu yang adem, sampai museum kapal selam yang unik.

Yang paling saya suka dari Surabaya adalah rasanya “jujur” bukan sekadar tempat wisata, tapi kota yang benar-benar dipakai warganya.

Jadi, kapan kamu mau coba rute versi kamu sendiri? Siapkan sepatu nyaman, baterai penuh, dan kosongkan sedikit ruang di galeri karena Surabaya gampang bikin kamu kebanyakan foto.

Tempat Wisata Keren Lainnya
Wisata Pantai Ketingan Sidoarjo Paling Hits dan Instagramable

Wisata Pantai Ketingan Sidoarjo Paling Hits dan Instagramable