
6 Tempat Wisata di Pacitan yang Sedang Hits & Instagramable: Pantai “Raja Ampat”, Goa Terindah, sampai Susur “Amazon” Jawa Timur – 6 Tempat Wisata di Pacitan Yang Hits & Instagramable itu sebenarnya cuma “pemanasan” karena begitu nyampe Pacitan, rasanya pengin nambah terus daftar spotnya.
Pacitan dikenal sebagai “Kota 1001 Goa”, dan julukan itu bukan sekadar gimmick: lanskap karstnya memang kaya gua dan bentang alam unik.
Yang bikin Pacitan makin seru, semua jenis view ada: pantai tebing dramatis, air terjun yang jatuh langsung ke laut, gua megah dengan stalaktit-stalagmit, sampai sungai hijau kebiruan yang sering disebut “Amazon”-nya Jawa Timur.
Kalau kamu cari tempat yang “sekali jepret langsung estetik”, Pacitan itu paket lengkap.

Pantai Klayar itu tipe pantai yang kelihatan “mahal” di foto: pasir putih, tebing karang, dan sudut pandang dari bukit yang bikin garis pantainya kelihatan melengkung rapi. Lokasinya berada di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, sekitar 40 km ke arah barat dari Kota Pacitan.
Cara ke lokasi: dari Kota Pacitan tinggal arah barat (Donorojo). Jalannya relatif mudah, tapi mendekati area pantai ada bagian yang berkelok—bawa kendaraan prima, terutama kalau bawa keluarga.
Tiket masuk: umumnya Rp10.000 (anak) dan Rp15.000 (dewasa).
Spot foto wajib: gardu pandang bukit, batu karang mirip Sphinx, dan area ombak memecah di karang (tapi jangan terlalu ke bibir ombak—pantai selatan bisa “nakal”).
Catatan ala traveler: saya paling suka datang menjelang sore—anginnya lebih jinak, langitnya sering “ngasih bonus” warna keemasan, dan warung-warung mulai rame tapi belum penuh sesak.

Banyu Tibo itu unik banget: ada air terjun yang mengalir dan jatuh langsung ke bibir pantai. Secara administratif ada di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo, Pacitan.
Cara ke lokasi: dari pusat Pacitan sekitar 33 km dan kira-kira 1 jam perjalanan.
Tiket masuk: banyak referensi menyebut sekitar Rp10.000 (di luar parkir).
Tips aman: cek cuaca dan hindari saat ombak sedang tinggi. Paling aman nikmati air terjunnya dari area yang tidak licin dan tidak terlalu dekat hempasan ombak.
Kalau kamu suka foto “anti-mainstream”, ambil angle dari sisi air terjun menghadap laut—biasanya hasilnya kelihatan kayak spot luar negeri, padahal ini masih Pacitan.

Pacitan dan gua itu kayak dua hal yang susah dipisahkan. Goa Gong adalah salah satu yang paling populer—lokasinya di Desa Bomo, Kecamatan Punung.
Cara ke lokasi: dari Kota Pacitan ke arah Punung (barat daya). Banyak wisatawan menjadikan Goa Gong sebagai “pagi-siang” sebelum lanjut ke pantai.
Tiket masuk: dewasa Rp20.000 dan anak Rp5.000 (kendaraan terpisah).
Yang bikin instagramable: pencahayaan di dalam gua biasanya menonjolkan tekstur stalaktit-stalagmit, jadi foto close-up detail batu pun bisa kelihatan “artistik”.
Saran kecil: pakai alas kaki yang nggak licin dan bawa botol minum. Eksplor gua itu bikin lupa waktu, dan tiba-tiba sadar… kaki sudah lumayan kerja keras.

Kalau kamu butuh suasana adem setelah panas-panasan di pantai, Sungai Maron adalah obatnya. Lokasinya di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, Pacitan.
Aktivitas utama: susur sungai naik perahu sambil lihat rimbun pepohonan dan air kehijauan-biru yang sering bikin orang berhenti ngomong karena takjub.
Biaya: tiket masuk kawasan sekitar Rp5.000/orang dan sewa perahu sekitar Rp100.000/kapal (kapasitas kecil beberapa orang).
Tips foto: duduk di bagian depan perahu, ambil video pendek 5–10 detik—biasanya langsung jadi stok reels tanpa banyak edit.
Interaksi paling berkesan di sini biasanya dengan bapak-bapak pengemudi perahu: mereka sering cerita santai soal musim air, jam ramai, sampai spot “air paling bening” hari itu. Sederhana, tapi bikin perjalanan terasa lebih hidup.

Watu Karung sering disebut “surga peselancar” karena ombaknya yang terkenal di kalangan surfer. Bahkan Kemenparekraf pernah memasukkan Pantai Watu Karung sebagai salah satu spot surfing terbaik di Indonesia.
Lokasi: Dusun Limasan, Desa Watukarung, Pringkuku, Pacitan.
Tiket masuk (umum): sekitar Rp10.000 dewasa dan Rp5.000 anak (bisa berubah mengikuti kebijakan).
Yang bikin instagramable: kombinasi air biru kehijauan + pulau-pulau karang kecil di depannya. Untuk foto, cari sudut agak tinggi (jangan nekat ke tebing rawan).
Kalau kamu bukan surfer, tetap worth it. Duduk aja agak jauh dari ombak, nikmati suara laut, dan biarkan tempat ini “ngisi ulang” kepala yang penat.

Pantai Kasap sering dijuluki “Little Raja Ampat” karena dari gardu pandang kamu bisa melihat gugusan pulau karang kecil di laut lepas. Lokasinya di Dusun Ketro, Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku.
Info tiket: di lapangan ada beberapa skema. Ada sumber yang menyebut tiket sekitar Rp7.000, namun ada juga kebijakan tiket terusan Watu Karung + Kasap sekitar Rp15.000 yang diberlakukan mulai 2025.
Cara menikmati: naik ke spot pandang saat cuaca cerah—kalau mendung tebal, pulau-pulau karangnya tetap kelihatan, tapi warnanya nggak “se-nendang” saat langit biru.
Bawa topi atau sunscreen. Area pandang biasanya cukup terbuka, jadi matahari siang terasa lebih “dekat”.
Musim kemarau (sekitar April–Oktober) umumnya paling nyaman untuk jelajah Pacitan karena cuaca cenderung cerah.
Kalau targetmu foto, incar pagi atau sore biar cahaya lebih lembut dan langit lebih dramatis.
Paling fleksibel memang naik kendaraan pribadi atau sewa motor/mobil dari Kota Pacitan, karena spot-spotnya tersebar dan beberapa jalur lebih enak kalau bisa berhenti sesuka hati. Untuk opsi hemat, kamu bisa masuk Pacitan dulu (terminal/kota), lalu lanjut rental harian.
Kalau kamu mengunjungi 3–4 spot pantai + 1 gua + susur Sungai Maron, biaya tiketnya relatif ramah kantong. Yang biasanya bikin budget naik itu bensin, makan, dan sewa kendaraan/perahu—jadi atur ritme, jangan dipaksa “sehari 8 destinasi”.
Kalau mau dekat ombak dan sunrise/sunset, area sekitar Klayar–Watukarung punya opsi homestay. Di daftar akomodasi dekat Pantai Klayar, muncul beberapa pilihan homestay/guesthouse (nama bisa berubah, cek ketersediaan sebelum jalan).
Kalau kamu suka yang praktis (ATM, minimarket, banyak pilihan makan), menginap di Kota Pacitan biasanya lebih aman dan fleksibel.
Pacitan punya banyak makanan khas—beberapa yang sering dicari wisatawan antara lain tahu tuna dan sego gobyos.
Saran saya: jadikan kuliner sebagai “penutup hari”. Setelah panas-panasan di pantai, makan pedas hangat itu rasanya seperti tombol “reset” badan.
Dari Pantai Klayar yang ikonik, Banyu Tibo yang unik banget, Goa Gong yang megah, Sungai Maron yang adem, sampai duo Watu Karung Kasap yang fotogenik parah Pacitan punya cara sendiri untuk bikin orang jatuh hati. Julukan “Kota 1001 Goa” juga terasa masuk akal saat kamu melihat sendiri betapa kayanya lanskap alamnya.
Kalau kamu lagi butuh liburan yang isinya bukan cuma “jalan-jalan”, tapi juga momen hening, takjub, dan puas karena foto-fotonya jadi, Pacitan layak banget masuk list. Siapkan waktu, jaga keselamatan di pantai selatan, dan datang dengan niat menikmati—bukan sekadar mengejar checklist.