
Rute dan Harga Padang Savana Sadengan sering dicari karena tempat ini menawarkan sensasi “safari mini” di ujung selatan Banyuwangi tanpa harus terbang jauh ke Afrika. Sadengan berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, berupa padang rumput (feeding ground) yang jadi titik favorit untuk mengamati satwa liar dari jarak aman.
Yang bikin banyak orang jatuh hati: hamparan hijau luas, latar hutan yang rapat, lalu tiba-tiba… kawanan rusa muncul, disusul banteng Jawa yang gagah melintas. Kalau datang di waktu yang pas, suasananya hening, cuma terdengar gesekan angin dan suara burung rasanya seperti “keluar” dari hiruk-pikuk kota.
Padang Savana Sadengan berada di TN Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur. Lokasinya relatif dekat dari Pos Rowobendo/Rawabendo (pintu masuk populer) dan dikenal sebagai spot pengamatan satwa paling ramah untuk pengunjung karena ada menara pandang untuk melihat aktivitas satwa di padang rumput.
Feeding ground: area merumput yang “mengundang” satwa herbivora keluar dari rimbun hutan.
Ada menara pandang (spot favorit fotografer & pengamat satwa) sehingga kita bisa mengamati tanpa mengganggu.
Satwa yang kerap terlihat: rusa, banteng Jawa, juga peluang melihat burung seperti merak (tergantung musim dan keberuntungan).
Untuk jam operasional kawasan TN Alas Purwo, banyak panduan menyebut buka sekitar 08.00–16.00 WIB.
Secara umum, peluang melihat satwa meningkat saat pagi atau sore ketika cuaca lebih sejuk dan satwa lebih aktif. Banyak liputan juga menyarankan memilih timing kunjungan agar momen pengamatan lebih maksimal.
Catatan kecil dari gaya “anak lapangan”: kalau siang terik, savana bisa terasa “sepi” dan satwa memilih berteduh. Datang lebih awal biasanya bikin hati lebih tenang—dan kartu memori kamera lebih cepat penuh.
Bagian ini penting karena tarif TN Alas Purwo sempat mengalami penyesuaian.
Tarif yang banyak dirujuk setelah perubahan per 30 Oktober 2024:
Wisatawan Nusantara: Rp20.000 (hari kerja) dan Rp30.000 (hari libur/cuti bersama)
Wisatawan Mancanegara: Rp200.000 (hari kerja maupun hari libur)
Untuk aktivitas pengamatan hidupan liar, beberapa referensi mencantumkan Rp10.000.
Tarif kendaraan yang sering disebut:
Roda 2: Rp5.000
Roda 4: Rp10.000
Roda 6+: Rp50.000
Sepeda: Rp2.000
Ada informasi bahwa pengunjung diminta bersiap karena sistem pembayaran bisa mengarah ke pembayaran digital pada periode tertentu, jadi sebaiknya bawa opsi non-tunai dan sinyal data yang cukup.
Tiket masuk: Rp20.000
Pengamatan satwa: Rp10.000
Motor: Rp5.000
Total perkiraan: Rp35.000 (di luar bensin & makan)
Mayoritas rute populer dimulai dari Kota Banyuwangi ke arah selatan.
Arah umum yang banyak dipakai: Banyuwangi – Kabat – Rogojampi – Srono – Muncar – Tegaldlimo. Dari Tegaldlimo, lanjut menuju Pos Rowobendo/Rawabendo sebagai gerbang masuk TN Alas Purwo.
Setelah masuk kawasan, Sadengan dikenal dekat dari pintu masuk Pos Rowobendo (beberapa panduan menyebut jaraknya hanya beberapa kilometer).
Motor/mobil pribadi: paling fleksibel, apalagi kalau ingin lanjut jelajah spot lain di Alas Purwo.
Sewa mobil + driver dari pusat Banyuwangi: nyaman untuk rombongan/keluarga.
Ikut open trip: cocok kalau mau ringkas dan tinggal duduk manis (biasanya sudah termasuk itinerary). (Harga bervariasi, cek penyelenggara masing-masing.)
Sadengan bukan kebun binatang—satwanya liar. Jadi:
Jangan memberi makan satwa.
Jangan berisik/mengejar untuk konten.
Pakai lensa zoom atau binocular kalau ingin detail.
Topi + sunscreen (savana panas kalau cuaca cerah)
Air minum dan camilan ringan
Jas hujan tipis (cuaca bisa berubah)
Kamera/HP + zoom (kalau punya), dan powerbank
Banyak pengunjung merekomendasikan naik ke menara pandang untuk sudut lihat yang lebih luas dan aman.
Kalau ingin berangkat pagi buta tanpa tergesa:
Menginap di Kota Banyuwangi: pilihan hotel/guesthouse paling banyak, akses kuliner juga enak.
Menginap di sekitar Tegaldlimo: lebih dekat ke gerbang, suasana lebih “desa” dan tenang (biasanya homestay/losmen sederhana).
Tip traveler: pilih Banyuwangi kota kalau Anda ingin “paket lengkap” (kuliner, coffee shop, opsi transport). Pilih Tegaldlimo kalau target utama Anda Sadengan dan ingin start lebih pagi.
Sesudah panas-panasan di savana, bagian paling menyenangkan adalah cari makan.
Sego tempong (pedasnya nendang, cocok buat pemulihan energi)
Rujak soto (unik: rujak ketemu kuah soto—aneh tapi nagih)
Pecel pitik (ikon kuliner Osing, biasanya ada di momen/rumah makan tertentu)
Waktu saya pertama kali sampai di menara pandang Sadengan, suasananya seperti tombol “mute” ditekan. Angin lewat pelan, rumput bergoyang halus, dan beberapa pengunjung otomatis mengecilkan suara seolah takut mengganggu panggung alam.
Tak lama, ada bapak lokal yang ngobrol santai sambil menunjuk ke arah tepi hutan: “Biasanya kalau pagi begini, mereka keluar pelan-pelan.” Benar saja, satu per satu rusa muncul, lalu beberapa menit kemudian terlihat sosok lebih besar bergerak banteng Jawa. Momen itu bikin saya sadar: di Sadengan, yang paling seru bukan “ngejar”, tapi menunggu.
06.00 berangkat (bawa sarapan ringan)
08.00 masuk kawasan TN Alas Purwo
08.30–10.30 Sadengan: menara pandang + pengamatan satwa
11.00 kembali, lanjut makan siang di kota / jalur pulang
Sore: kulineran atau mampir pantai (opsional)
Menginap di Tegaldlimo/Banyuwangi
Pagi lebih santai, tidak takut “kesiangan”
Kalau Anda mencari destinasi yang sederhana tapi berkesan, Padang Savana Sadengan adalah jawabannya rutenya jelas, biayanya relatif terjangkau, dan pengalaman melihat satwa liar dari menara pandang itu sulit ditukar dengan apa pun.
Dengan memahami rute, menyiapkan budget tiket + biaya kendaraan, dan datang di waktu yang pas, kunjungan Anda bisa jauh lebih maksimal.