Rute dan Harga Tiket Masuk Pantai Remen Tuban + Tips Wisata Keluarga & Spot Laguna – Rute dan Harga Tiket Masuk Pantai Remen Tuban sering dicari karena pantai ini punya paket lengkap: pasir putih luas, cemara yang bikin teduh, dan vibe pantai utara yang santai tanpa banyak drama ombak besar.
Pantai Remen berada di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban sekitar ±20 km dari pusat Kota Tuban dan umumnya bisa ditempuh kurang lebih 30 menit lewat jalur Pantura.
Yang bikin beda, selain pasir putihnya, ada cekungan mirip laguna yang sering terlihat saat air laut surut. Buat keluarga yang bawa anak, bagian air yang lebih tenang ini biasanya jadi “zona aman” buat main air (tetap harus diawasi, ya).
Harga Tiket Masuk Pantai Remen Tuban (Terbaru yang Paling Sering Dipakai)
Berdasarkan rujukan beberapa sumber wisata lokal dan rangkuman info terbaru dari ulasan pengunjung, tarif yang paling umum adalah:
-
Motor: sekitar Rp5.000
-
Mobil: sekitar Rp15.000
Biasanya sudah termasuk parkir.
Catatan penting biar nggak kaget
Di beberapa destinasi pantai, tarif bisa berubah saat momen ramai (libur panjang/akhir tahun) atau ada penyesuaian pengelolaan. Jadi, anggap angka di atas sebagai kisaran paling sering, dan siapkan uang lebih untuk berjaga-jaga.
Jam Buka Pantai Remen: Datang Pagi, Pulang Sore Itu Paling Ideal
Pantai Remen umumnya buka setiap hari. Jam operasional yang paling sering disebut adalah sekitar 06.30–17.00 WIB.
Kalau kamu tipe yang suka pantai sepi, datanglah pagi sebelum jam 08.00. Selain udara masih enak, cahaya juga cakep buat foto—pasirnya tampak lebih “putih” dan bersih.
Rute ke Pantai Remen Tuban
Rute dari Alun-Alun/Pusat Kota Tuban
Dari pusat kota, kamu tinggal arahkan kendaraan ke jalur Pantura (arah Surabaya–Lamongan) lalu lanjut menuju kawasan Jenu sampai menemukan penunjuk arah menuju Desa Remen. Jaraknya sekitar ±20 km.
Tips praktis: pakai Google Maps dengan kata kunci “Pantai Remen” atau “Pantai Pasir Putih Remen”—biasanya titiknya sudah jelas karena banyak ulasan.
Rute dari Surabaya (via Pantura)
Kalau berangkat dari Surabaya, rute paling nyaman umumnya lewat Pantura (arah Lamongan–Tuban). Begitu mendekati wilayah Tuban dan masuk kawasan Jenu, lanjutkan ke Desa Remen.
Rute dari Semarang/Rembang
Dari arah barat (Semarang–Rembang), tetap mengandalkan jalur Pantura menuju Tuban, lalu belok menuju Jenu–Desa Remen.
Daya Tarik Utama Pantai Remen
1) Pasir Putih dan Garis Pantai yang Lega
Pantai ini sering disebut “pasir putih” karena hamparannya memang terang dan terasa luas, enak buat jalan tanpa buru-buru. Banyak yang datang buat piknik, main bola, atau sekadar rebahan di bawah cemara.
2) Laguna: Spot Favorit yang Jarang Ada di Pantai Utara
Ada bagian pantai yang membentuk cekungan mirip danau kecil/laguna saat kondisi tertentu (misalnya surut). Airnya cenderung lebih tenang dan jadi favorit keluarga.
3) Hutan Cemara yang Bikin Adem
Deretan cemara membuat pantai terasa lebih teduh. Selain estetik buat foto, cemara juga punya fungsi menahan abrasi.
Fasilitas yang Tersedia: Biar Nggak Datang “Nekat”
Untuk ukuran pantai yang ramai dikunjungi warga lokal, fasilitas Pantai Remen tergolong cukup:
-
Parkir
-
Toilet
-
Warung
-
Musala
-
Gazebo/area duduk
Kalau kamu datang rombongan, warung biasanya jadi penyelamat: air minum, mi instan, kopi, sampai camilan cepat untuk anak-anak.
Panduan Praktis Biar Liburanmu Mulus dari Berangkat sampai Pulang
Bekal yang sebaiknya dibawa
-
Alas duduk/piknik tipis (pasirnya nyaman, tapi tetap enak kalau ada alas).
-
Topi & sunscreen—Pantura bisa terik setelah jam 09.00.
-
Sandal yang gampang dicuci (pasir putih + air asin = combo lengket).
Waktu terbaik berkunjung
-
Pagi (06.30–09.00): sepi, adem, foto bagus.
-
Sore (15.30–17.00): cahaya hangat, cocok buat santai sebelum pulang (ingat jam operasional).
Etika kecil yang bikin kamu disayang warga lokal
Jangan tinggalkan sampah, jangan menyalakan musik terlalu kencang, dan kalau parkir/keluar-masuk jalur kampung, pelankan kendaraan. Hal kecil, tapi dampaknya besar.
Cerita Pendek Ala Traveler: “Pagi di Remen Itu Beda”
Saya pernah sengaja datang pagi-pagi banget, ketika matahari baru naik dan pantai masih “milik orang-orang lokal”. Ada bapak-bapak yang jogging santai, beberapa anak kecil main pasir, dan suara ombaknya pelan—bukan yang menggebu-gebu.
Yang paling saya ingat: duduk di bawah cemara, minum kopi dari warung sederhana, sambil lihat garis pasir putih memanjang seperti nggak ada ujungnya. Rasanya kayak dapat liburan versi hemat, tapi kualitasnya tetap “wah”.
Rekomendasi Penginapan Dekat Pantai Remen
Kalau pengin menginap, opsi paling realistis biasanya:
-
Menginap di area Jenu (lebih dekat ke pantai)
Beberapa listing penginapan/hotel di area Jenu sering muncul di platform pemesanan, misalnya Hotel Dinasty dan beberapa opsi lain. -
Menginap di Kota Tuban (lebih banyak pilihan)
Kalau kamu butuh hotel yang lebih variatif atau ingin sekalian wisata kota, menginap di pusat Tuban bisa lebih fleksibel—pagi baru meluncur ke pantai.
Kuliner Khas Tuban yang Enak Buat “Penutup” Setelah Pantai
Liburan ke pantai rasanya kurang lengkap tanpa kuliner lokal. Beberapa yang sering jadi rekomendasi:
-
Becek Menthok (kuah rempah kental, gurihnya nendang).
-
Rujak Engos-Engos (unik karena memakai “engos-engos”/rumput laut rebus).
-
Ampo (oleh-oleh unik khas Tuban).
Kalau kamu lewat Pantura, sering juga ada spot makan sederhana yang justru rasanya “jujur” dan bikin kangen.
Kesimpulan
Kalau kamu mencari pantai yang mudah dijangkau, biayanya ramah, dan punya kombinasi pasir putih + cemara + spot laguna, Pantai Remen Tuban layak masuk daftar.
Rutenya relatif gampang dari Kota Tuban (sekitar 20 km), jam bukanya nyaman untuk trip setengah hari, dan tiket masuknya umumnya berada di kisaran motor Rp5.000 dan mobil Rp15.000.
Jadi, kapan terakhir kamu memberi jeda ke diri sendiri? Coba atur waktu berangkat pagi, main di pasir putih, ngadem di bawah cemara, lalu tutup hari dengan kuliner khas Tuban. Sekali-sekali, liburan nggak harus jauh untuk terasa berkesan