
Rute dan Harga Tiket Pantai Ujong Batee Terbaru Panduan Lengkap dari Banda Aceh + Tips Hemat & Spot Foto – Rute dan Harga Tiket Pantai Ujong Batee sering dicari karena pantai ini termasuk yang paling mudah dijangkau dari Banda Aceh cukup sebentar berkendara, tapi suasananya terasa “lepas” dari keramaian kota.
Lokasinya berada di wilayah Aceh Besar dan dikenal sebagai pantai sekaligus tanjung (ujung daratan) yang punya karakter garis pantai yang unik.
Yang bikin orang betah biasanya kombinasi angin laut yang konsisten, panorama perairan yang lapang, dan vibe pantai yang cenderung tenang untuk sekadar duduk, makan seafood, atau menunggu senja.
Dari beberapa liputan, pantai ini juga sering disebut berada di rute menuju kawasan pelabuhan, jadi aksesnya relatif “ramah pengunjung” dibanding pantai yang harus masuk jalan kecil berliku.
Secara administratif, pantai ini berada di Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar (sering disebut sekitar Gampong Neuheun / Gam. Durung).
Pantai ini juga kerap disebut berada sekitar belasan hingga ±20 km dari pusat Banda Aceh, jadi cocok untuk trip setengah hari atau one day trip.
Kalau Anda tipe yang suka “pantai tanpa ribet”, ini salah satu opsi yang masuk akal: berangkat pagi, makan siang seafood, sore berburu golden hour, lalu balik sebelum malam.
Untuk tiket masuk, beberapa sumber lokal dan kanal resmi pariwisata mencantumkan kisaran berikut:
Tiket masuk: sekitar Rp5.000/orang (sering ditulis Rp5.000).
Parkir kendaraan: ada rujukan yang menyebut motor ±Rp5.000 dan mobil ±Rp10.000 (bisa berbeda tergantung kebijakan pengelola/hari ramai).
Catatan penting: tarif wisata bisa berubah saat libur panjang, event lokal, atau pembaruan aturan. Praktiknya, siapkan uang kecil lebih untuk parkir/kontribusi kebersihan.
Tiket masuk: Rp10.000
Parkir motor/mobil: Rp5.000–Rp10.000
Makan seafood sederhana: sangat bervariasi (tergantung menu)
Air minum & camilan: seperlunya
Intinya: yang paling “menggerakkan total biaya” biasanya kuliner, bukan tiket masuk.
Pantai ini berada di jalur timur dari Banda Aceh dan disebut berada di tengah rute menuju Pelabuhan Malahayati.
Secara praktis, Anda tinggal mengikuti arah ke kawasan Krueng Raya/Malahayati, lalu masuk area Kecamatan Masjid Raya hingga menemukan penunjuk ke pantai.
Perkiraan waktu tempuh: sekitar ±20 menit dari Banda Aceh (tergantung titik start dan kondisi lalu lintas).
Kalau Anda mengejar suasana adem, pilih berangkat pagi. Kalau ingin foto terbaik, targetkan tiba pukul 16.00–17.30 (golden hour).
Beberapa aplikasi peta sudah menampilkan jam operasional dan rute berkendara menuju lokasi.
Ini membantu karena di beberapa area pesisir, penamaan gampong/akses masuk bisa membingungkan untuk pendatang.
Beberapa data peta/navigasi mencantumkan jam buka sekitar 08.00–18.00 (dengan variasi kecil di hari tertentu).
Namun, kenyataannya pantai sering tetap bisa dinikmati selama akses terbuka—tetap utamakan patokan “aman”: datang saat terang dan pulang sebelum terlalu malam, apalagi kalau Anda belum familiar dengan area.
Waktu terbaik:
Weekday: lebih sepi, lebih enak untuk santai.
Musim cerah: peluang dapat langit bersih lebih tinggi (bagus untuk foto).
Pantai ini sering digambarkan sebagai tempat yang pas untuk “menepi sebentar” duduk menghadap laut, membiarkan angin menghapus penat.
Di sekitar pantai, Anda bisa menemukan sajian seafood. Ada sumber yang menyebut menu favorit seperti olahan ikan (termasuk gaya asam keueung) dan aneka tangkapan laut lain.
Kalau Anda pecinta pedas-asam khas Aceh, ini momen yang pas untuk eksplor rasa.
Anda tidak butuh properti berlebihan: garis pantai + langit sore + siluet orang berjalan sudah cukup jadi bahan feed. Bawa kain alas duduk dan lensa wide (kalau ada), hasilnya biasanya lebih “bercerita”.
Fasilitas bisa berkembang dari waktu ke waktu, tapi beberapa sumber menyebut adanya kebutuhan dasar wisata seperti area makan/warung, serta tempat ibadah di sekitar kawasan.
Kalau Anda membawa keluarga, tetap bawa perlengkapan kecil sendiri: tisu basah, kantong sampah, dan obat pribadi.
Sunblock, topi, dan air minum
Sandal pantai + alas duduk
Uang tunai pecahan kecil (tiket/parkir/jajan)
Jas hujan tipis (cuaca pesisir cepat berubah)
Dry bag untuk HP (kalau Anda tipe yang mendekat ke air)
Kalau Anda ingin opsi menginap, biasanya orang memilih area Banda Aceh (lebih banyak pilihan hotel), lalu PP ke pantai. Platform booking juga menampilkan daftar hotel/penginapan yang bisa dijadikan referensi jarak.
Saran gaya perjalanan:
Trip singkat: menginap di Banda Aceh, pagi/sore ke pantai.
Trip santai: menginap 1 malam, supaya tidak terburu-buru mengejar waktu pulang.
Selain seafood di sekitar pantai, kalau Anda kembali ke Banda Aceh, Anda bisa menutup hari dengan kuliner khas Aceh (kopi, mie Aceh, aneka kuah rempah). Ini membuat itinerary terasa “penuh” tanpa harus berpindah terlalu jauh.
Bayangkan Anda tiba saat sore mulai turun: angin pelan, langit perlahan berubah warna, dan suara ombak terdengar lebih jelas karena obrolan pengunjung tidak terlalu ramai.
Di momen seperti ini, biasanya pilihan terbaik bukan buru-buru keliling tapi duduk, pesan minum, lalu biarkan waktu berjalan pelan.
Kalau Anda ingin interaksi lokal yang natural, cara paling gampang adalah beli jajanan/seafood di warung sekitar, lalu tanya “menu paling sering dipesan di sini apa?” Biasanya obrolan ringan seperti itu justru berujung rekomendasi yang nggak ada di daftar menu.
Kalau Anda mencari destinasi yang aksesnya mudah, tiketnya ramah dompet, dan suasananya cocok untuk rehat sejenak, Pantai Ujong Batee layak masuk daftar.
Anda sudah punya gambaran rute dari Banda Aceh, kisaran harga tiket dan parkir, waktu kunjungan terbaik, hingga ide kuliner dan opsi menginap jadi bisa berangkat dengan lebih siap, bukan sekadar “coba-coba”.