
Rute & Harga Tiket Pantai Jelenga Terbaru Panduan Lengkap ke Surga Surfing “Scar Reef” Sumbawa Barat – Rute dan Harga Tiket Pantai Jelenga sering dicari karena pantai ini punya “paket lengkap”: pasir putih yang masih alami, ombak kelas dunia buat surfing, dan suasana yang tenang jauh dari keramaian.
Jelenga berada di Sumbawa Barat, NTB destinasi yang cocok untuk Anda yang ingin liburan lebih “berasa petualang”, bukan sekadar datang-foto-pulang.
Kalau Anda suka pantai yang tidak terlalu komersial, Jelenga terasa seperti hadiah: garis pantainya panjang, airnya bening, dan anginnya enak.
Di hari tertentu Anda bisa lihat peselancar mancanegara datang membawa papan mereka mengejar ombak yang terkenal dengan julukan Scar Reef.
Pantai Jelenga berlokasi di Desa Jelenga, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat.
Area ini dikenal sebagai wilayah pesisir yang masih “adem”, dengan kombinasi bukit-bukit kering khas Sumbawa dan laut biru yang kontras.
Ombak surfing kelas dunia (Scar Reef) yang jadi magnet surfer.
Pantai relatif sepi dibanding destinasi mainstream—cocok untuk healing tanpa gangguan.
Sunset dramatis: langitnya sering berlapis warna, apalagi saat cuaca cerah.
Bagian ini yang paling sering ditanya, jadi saya buat jelas dan to the point.
Umumnya, tiket masuk Pantai Jelenga sekitar Rp10.000 per orang (sering sudah termasuk komponen parkir di lapangan, tergantung pengelola saat itu).
Di beberapa hari ramai atau momen libur, bisa ada tarif parkir terpisah (misalnya motor/mobil). Saran saya: siapkan uang kecil agar tidak ribet saat transaksi di pos masuk.
Catatan realistis: tarif wisata bisa berubah saat musim liburan atau ada kebijakan lokal. Jadi, tetap siapkan “buffer” Rp5.000–Rp10.000 untuk jaga-jaga.
Di bawah ini rute yang paling sering dipakai wisatawan, termasuk yang datang dari Lombok.
Dari Mataram/Senggigi → menuju Pelabuhan Kayangan (Lombok Timur).
Naik kapal ferry Kayangan → Poto Tano (Sumbawa Barat).
Dari Poto Tano → Taliwang (ibu kota KSB), lalu lanjut ke arah Jereweh–Desa Jelenga.
Perjalanan jalur Poto Tano ke area Jelenga sering disebut sekitar ±1,5 jam tergantung kondisi jalan dan kecepatan.
Tips: lebih nyaman pakai kendaraan pribadi/sewa mobil karena beberapa ruas setelah kota bisa minim transport umum.
Dari pusat Taliwang, Anda tinggal mengarah ke Kecamatan Jereweh lalu lanjut mengikuti petunjuk ke Desa Jelenga. Sepanjang jalan, pemandangan berubah dari pemukiman ke perbukitan dan ladang.
Kalau Anda datang dari arah timur (Sumbawa Besar), arahkan perjalanan menuju Poto Tano dulu, lalu lanjut ke Taliwang–Jereweh–Jelenga. Ada referensi jarak Sumbawa Besar ke area Poto Tano sekitar ±70 km (waktu tempuh tergantung lalu lintas).
Secara umum, pantai seperti Jelenga bisa dikunjungi pagi sampai sore. Kalau target Anda sunset, datanglah jam 16.00 agar bisa pilih spot, main air sebentar, lalu duduk santai menunggu matahari turun.
Para surfer biasanya mencari periode ombak yang lebih “jadi”. Beberapa sumber menyebut Jelenga ramai saat ombak besar (musim surfing).
Kalau Anda bukan surfer, tetap aman kok cukup main di bibir pantai dan jangan memaksakan berenang saat ombak sedang tinggi.
Jelenga masih terasa natural, tapi fasilitas dasarnya sudah mulai ada dan berkembang. Di profil destinasi, Pantai Jelenga tercatat sebagai daya tarik wisata dengan aktivitas pantai dan metode kunjungan langsung di lokasi.
Yang biasanya tersedia/umum ditemui:
Area parkir
Warung sederhana (tergantung hari)
Spot duduk & area pantai yang luas untuk piknik
Saran bawa sendiri: air minum, sunblock, dan kantong sampah (biar pulangnya tetap jadi traveler yang bertanggung jawab).
Kalau Anda ingin bangun pagi dengan suara ombak, menginap dekat pantai itu keputusan yang tepat.
MYAMO Beach Lodge (dekat Pantai Jelenga) dengan fasilitas aktivitas laut seperti kayak/snorkeling dan layanan penginapan lengkap.
Homestay/akomodasi sekitar Scar Reef yang menyasar surfer karena dekat spot ombak.
Alternatif aman: menginap di Taliwang dulu jika Anda ingin pilihan hotel lebih banyak, lalu berangkat pagi ke Jelenga.
Kalau Anda lewat Taliwang atau area KSB, sayang kalau tidak mencicip kuliner:
Ayam Taliwang (pedasnya khas, biasanya disajikan dengan plecing)
Plecing kangkung versi NTB
Olahan ikan/seafood lokal (tergantung warung yang buka)
Tips: setelah main pantai, makan pedas itu nikmat—tapi pastikan perut Anda aman, ya. Kalau tidak kuat pedas, bilang dari awal: “sedang saja”.
Saya masih ingat vibe perjalanan menuju Jelenga itu unik: jalanan tidak selalu ramai, kiri kanan kadang ladang dan perbukitan.
Pernah juga di rute menuju pantai, kendaraan sempat melambat karena ada rombongan kerbau menyeberang momen kecil yang bikin kita sadar: ini bukan jalur wisata yang “dibikin-bikin”, ini benar-benar kampung yang hidup dengan ritmenya sendiri.
Sampai di pantai, suasananya seperti tombol “mute” ditekan: angin, debur ombak, dan jejak kaki di pasir. Di kejauhan ada beberapa surfer menunggu set ombak tenang, fokus, seperti sedang ngobrol diam-diam dengan laut.
Isi bensin sebelum masuk area yang jarang pom bensin. Untuk motor, pastikan kondisi ban dan rem aman.
Kalau ombak terlihat tinggi, cukup main di pinggir. Jelenga terkenal dengan ombaknya—bagus untuk surfer, tapi bukan berarti aman untuk semua orang.
Beberapa tempat masih mengandalkan pembayaran tunai saat masuk atau beli makanan.
Rute dan Harga Tiket Pantai Jelenga sebenarnya cuma “gerbang” untuk menikmati hal yang lebih besar: pantai alami, ombak kelas dunia, sunset yang tenang, dan suasana Sumbawa Barat yang khas.
Dengan tiket yang relatif terjangkau (umumnya sekitar Rp10.000), Anda sudah bisa merasakan destinasi yang punya reputasi kuat di kalangan pecinta surfing dan pencari pantai sepi.