
6 Tempat Wisata di Bakauheni yang Sedang Hits & Instagramable: Dari Menara Siger sampai Trip Pulau Sebesi – Itu nyata adanya dan serunya, banyak spotnya bisa kamu kejar dalam liburan singkat. Bakauheni memang dikenal sebagai gerbang Sumatera, tapi justru karena “gerbang” itulah area ini makin rapi, makin ramai, dan makin enak buat road trip santai.
Saya suka Bakauheni karena ritmenya pas: ada pantai, bukit, taman kota, sampai pulau tropis yang bikin feed Instagram otomatis “naik kelas”. Tinggal atur waktu: pagi untuk spot tinggi (cari cahaya), siang untuk main air, sore untuk sunset.
Pertama, aksesnya gampang: begitu turun dari Pelabuhan Bakauheni, kamu sudah dekat dengan ikon-ikon wisata yang jadi “wajah” Lampung Selatan. Menara Siger bahkan berada tepat menghadap gerbang Pelabuhan Bakauheni, jadi tinggal melipir sebentar untuk dapat view Selat Sunda.
Kedua, pilihan destinasi di sekitar Bakauheni itu variatif: ada taman rekreasi modern, pantai berpasir putih, sampai trip pulau berpenghuni yang dekat Anak Krakatau. Jadi mau gaya liburan keluarga, couple trip, atau solo healing—semuanya bisa.
Menara Siger itu seperti “welcome sign” raksasa yang benar-benar niat: berdiri di Bukit Gamping, menghadap jalur utama, dan terlihat jelas saat kamu menyeberang Selat Sunda. Menara ini dikenal sebagai penanda titik nol kilometer di selatan Sumatera, sekaligus ikon budaya Lampung dengan bentuk siger (mahkota adat).
Spot foto paling aman: ambil angle dari pelataran dengan latar laut dan kapal—terutama saat pagi cerah. Saya pernah mampir subuh-subuh, udara masih dingin tipis, dan warna langitnya pelan-pelan berubah; rasanya seperti “baru mendarat” di petualangan baru.
Akses & biaya: dari area pelabuhan tinggal mengikuti jalan utama ke arah Menara Siger. Biasanya ada biaya parkir/retribusi setempat yang berubah-ubah, jadi siapkan uang tunai kecil.
Kalau kamu tipe yang suka wisata “rapi, tertata, dan banyak jajanan”, kawasan Bakauheni Harbour City wajib masuk list. BHC dikembangkan sebagai kawasan pariwisata terintegrasi dan ditargetkan jadi ikon pariwisata Lampung.
Di Siger Park, kamu bisa jalan santai, cari spot foto, dan istirahat sambil berburu kuliner. Jam operasionalnya tercatat 08.00–21.00 dan info tiket masuk di profil resminya tercatat gratis.
Krakatau Park cocok buat yang ingin “rekreasi beneran”—wahana dan konsepnya lebih seperti taman hiburan. Tiketnya bisa mulai sekitar Rp90.000 dengan jam buka 09.00–17.00 (sering lebih praktis beli online).
Pengalaman personal: saya paling suka datang ke kawasan ini pas menjelang sunset—habis itu lanjut makan. Kombinasi angin bukit + lampu-lampu mulai nyala bikin suasananya terasa “kota kecil yang hidup”, tapi tetap santai.
Minang Rua ini tipe pantai yang bikin orang spontan bilang, “Kok bisa sebersih ini dekat pelabuhan?” Lokasinya ada di Kelurahan Kelawi, Kecamatan Bakauheni, dan bisa diakses lewat Jalinsum tanpa harus masuk tol.
Daya tariknya bukan cuma pasir putih, tapi juga spot unik seperti Gua Lalai dan area yang sering disebut Green Canyon oleh pengunjung. Bahkan ada momen edukatif soal konservasi: di sini dikenal ada aktivitas terkait tukik (anak penyu) yang dilindungi.
Akses & biaya: tiket masuk tercatat Rp5.000/orang dan ada info parkir berbeda weekday–weekend (motor/mobil).
Tips foto: datang sekitar jam 08.00–10.00 untuk warna air yang lebih “keluar”, lalu balik lagi sore untuk sunset.
Pantai Belebuk beralamat di Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni dan jam operasionalnya tercatat 08.00–18.00. Tiket masuk yang tercantum di profil resminya adalah Rp5.000.
Suasananya cenderung lebih kalem enak buat piknik, duduk lama, atau sekadar main air tanpa buru-buru. Kalau kamu suka konten “healing sederhana”, pantai seperti ini justru lebih gampang diceritakan karena tidak terlalu bising.
Dari Pantai Belebuk, ada opsi menyeberang perahu kecil sekitar 10–15 menit ke Pulau Mengkudu, lengkap dengan pasir timbul dan laut jernih. Di beberapa info lokal, biaya bisa berupa kombinasi tiket/ongkos perahu yang sifatnya dinamis, jadi anggap saja “budget fleksibel” dan tanya di lokasi.
Ini salah satu yang paling “baru” dan lagi ramai dibicarakan. Mangrove ECO Park di Dusun Pegantungan, Desa Bakauheni resmi dibuka untuk umum dan mengusung konsep wisata berbasis konservasi; di sini ada Jembatan Pelangi yang jadi magnet foto.
Kalau kamu suka konten estetik yang beda dari pantai, tempat ini cocok: garis jembatan, hijau mangrove, dan refleksi air biasanya bikin hasil foto terlihat bersih. Saran saya, datang pagi atau menjelang sore biar cahaya lembut dan tidak terlalu panas.
Pulau Sebesi itu “level up”-nya liburan Bakauheni—karena kamu benar-benar menyeberang ke pulau tropis yang berpenghuni dan dekat dengan Gunung Anak Krakatau. Di info pariwisata Lampung Selatan, tersedia opsi penginapan seperti cottage sekitar Rp300.000/malam (kisaran) atau sewa rumah warga.
Rute populer: berangkat dari Pelabuhan/ Dermaga Canti (Rajabasa), lalu menyeberang sekitar 1,5–2 jam tergantung cuaca/gelombang.
Kalau kamu ingin praktis, banyak agen lokal menawarkan paket yang biasanya sudah termasuk transport, makan, dan aktivitas seperti snorkeling tinggal pilih yang jadwalnya cocok.
Pengalaman personal: yang paling saya ingat dari pulau seperti Sebesi itu bukan cuma airnya, tapi momen ngobrol dengan warga saat beli kelapa muda. Rasanya hangat—seperti diingatkan kalau “wisata” itu bukan hanya tempat, tapi juga manusia yang kita temui.
Rute cepat dari Pelabuhan Bakauheni:
Menara Siger & BHC: paling dekat—cocok jadi destinasi pertama setelah turun ferry.
Minang Rua / Belebuk / Mangrove ECO Park: lanjut road trip dalam area Bakauheni (siapkan motor/mobil agar fleksibel).
Pulau Sebesi: rencanakan minimal sehari penuh (atau menginap), start via Canti.
Perkiraan biaya masuk (ringkas):
Siger Park: tercatat gratis.
Pantai Minang Rua: Rp5.000/orang (di info resmi pariwisata daerah).
Pantai Belebuk: Rp5.000 (di profil atraksi).
Krakatau Park: tiket mulai sekitar Rp90.000 (tergantung kanal pembelian).
Penginapan:
Kalau mau dekat pelabuhan, pilih penginapan sekitar Bakauheni untuk “transit nyaman”. Kalau mau vibes pantai, pertimbangkan menginap di sekitar Rajabasa/Kalianda lalu sekalian menyeberang ke Sebesi (homestay/cottage tersedia di pulau).
Makanan khas yang wajib dicari: seruit (olahan ikan khas Lampung), pindang, olahan seafood segar, plus cemilan khas seperti keripik pisang. Biasanya warung-warung dekat pantai dan kawasan kuliner BHC jadi pilihan paling gampang untuk first-timer.
Bakauheni punya paket komplet: ikon budaya di Menara Siger, kawasan modern di Bakauheni Harbour City, pantai cantik seperti Minang Rua dan Belebuk, wisata konservasi di Mangrove ECO Park, sampai petualangan pulau di Sebesi. Dengan rute yang gampang dan variasi aktivitas yang luas, kamu bisa menyusun itinerary sesuai gaya liburanmu sendiri.
Kalau kamu lagi cari liburan yang tidak ribet tapi tetap “berasa jauh”, coba jadikan Bakauheni sebagai tujuan utama. Datang, jelajah, nikmati sunsetnya lalu pulang dengan galeri foto yang bikin ingin balik lagi.