
Rute dan Harga Kawah Wurung Terbaru: Tiket Masuk, Akses dari Bondowoso–Banyuwangi, dan Tips Biar Trip Makin Maksimal – Rute dan Harga Kawah Wurung sering jadi pertanyaan pertama sebelum orang memutuskan “gas ke Ijen” atau tidak.
Wajar saja tempat ini bukan kawah berasap seperti kebanyakan gunung api, melainkan cekungan raksasa yang “gagal jadi kawah” dan berubah jadi hamparan savana hijau.
Sekilas vibes-nya mirip “Bukit Teletubbies”, tapi dengan latar Pegunungan Ijen yang bikin foto terlihat mahal walau cuma pakai HP.
Kalau kamu suka lanskap luas, udara dingin, dan suasana yang jauh dari keramaian pantai, Kawah Wurung layak masuk itinerary.
Lokasinya berada di kawasan Ijen (Bondowoso) yang juga terkait ekosistem pariwisata Ijen UNESCO Global Geopark bahkan 2026 disebut jadi momentum penting revalidasi status geopark ini.
Nama “Wurung” dalam bahasa Jawa sering dimaknai “tidak jadi”. Dan uniknya, itulah daya tariknya: bentuknya seperti kawah besar, tetapi bagian dalamnya berupa padang rumput dan bukit melingkar, bukan belerang atau danau kawah.
Di musim hujan, warnanya hijau segar dan fotogenik maksimal. Saat kemarau, rumput menguning dan nuansanya berubah seperti savana dramatis, kontras, dan cocok buat konten travel yang beda dari biasanya.
Kawah Wurung berada di Desa Kalianyar, kawasan Ijen, Kabupaten Bondowoso (Jawa Timur), bertetangga dengan area wisata Ijen.
Berdasarkan data direktori destinasi pariwisata, jam operasional tercatat:
Weekday: 07.00 – 16.00
Weekend: 06.00 – 18.00
Catatan kecil: beberapa sumber populer menuliskan jam yang berbeda (misalnya 24 jam). Jika kamu mengejar sunrise/senja, paling aman tetap berangkat pagi dan konfirmasi di pos/loket saat tiba.
Bagian ini yang paling dicari saat merencanakan budget.
Di data resmi destinasi, harga tiket masuk tercatat pada rentang Rp8.000–Rp25.000 (weekday maupun akhir pekan).
Sementara itu, beberapa referensi wisata menyebut pola harga yang sering ditemui wisatawan:
Weekday sekitar Rp10.000
Weekend sekitar Rp15.000
Karena harga bisa berubah (terutama saat libur panjang/event), cara paling aman adalah menyiapkan uang tunai lebih dan anggap angka-angka di atas sebagai kisaran realistis.
Biasanya ada biaya parkir kendaraan dan kalau kamu jajan di warung lokal (kopi, mi instan, gorengan), ini justru bikin trip terasa hangat dan “hidup”. (Nominal parkir bisa bervariasi tergantung pengelola setempat.)
Kawah Wurung bisa dicapai lewat dua jalur besar: Bondowoso dan Banyuwangi—dua-duanya sama-sama enak untuk road trip karena pemandangannya juara.
Perkiraan jarak dari Kota Bondowoso sekitar ±55 km dengan waktu tempuh ±1,5–2 jam (tergantung kabut, hujan, dan seberapa sering kamu berhenti foto). Rute yang sering dipakai:
Bondowoso Kota → Tlogosari → Ijen → Jampit → Kawah Wurung
Tips: jalan pegunungan berkelok dan menanjak, jadi pastikan rem dan ban siap. Kalau naik motor, jaket tebal itu bukan gaya wajib.
Dari Banyuwangi, rute umumnya mengarah ke kawasan Kawah Ijen dulu, lalu lanjut menuju area Kawah Wurung. Banyak yang memilih jalur ini karena bisa sekalian merangkai itinerary Ijen (misalnya malam–subuh untuk Ijen, lalu pagi ke Kawah Wurung).
Kawah Wurung itu tipe destinasi yang kelihatannya “cuma bukit”, tapi begitu sampai, kamu bakal paham: luasnya bikin napas lega.
Jalur jalan kaki di area savana relatif ramah pemula. Kalau kamu datang pagi, kabut tipis sering muncul dan bikin suasana seperti di negeri dongeng (versi pegunungan).
Pagi dan sore adalah waktu paling cakep karena cahaya miring bikin tekstur bukit lebih keluar. Ini trik foto yang sederhana, tapi efeknya besar.
Kadang kamu akan melihat warga lokal menggembala atau lewat membawa hasil kebun. Momen seperti ini biasanya bukan “atraksi”, tapi justru yang paling bikin perjalanan terasa membumi: senyum singkat, sapa “monggo”, lalu kamu lanjut jalan sambil merasa jadi tamu yang diterima alam.
06.00–07.00 berangkat
08.00 tiba, eksplor + foto
11.00 ngopi/mi instan di warung sekitar
13.00 lanjut destinasi sekitar Ijen (atau balik Bondowoso)
Dini hari: aktivitas di kawasan Ijen
Pagi: pindah ke Kawah Wurung untuk “cool down” dengan view savana
Kalau kamu ingin tidur dekat area Ijen–Wurung, pilihan umumnya:
Homestay/guesthouse di sekitar Sempol–Ijen (lebih dekat, suasana pegunungan, dingin)
Hotel di Kota Bondowoso (lebih banyak pilihan, cocok buat keluarga)
Menginap di Banyuwangi kalau itinerary kamu memang fokusnya Banyuwangi + Ijen
Bondowoso terkenal dengan “teman perjalanan” yang pas untuk udara dingin:
Tape singkong Bondowoso sering disebut punya rasa manis legit dan tekstur lembut. Cocok buat bekal di mobil atau jadi buah tangan kuliner khas bondowoso.
Kalau kamu pencinta kopi, ini momen yang tepat. Bondowoso dikenal sebagai sentra produksi kopi Arabika di kawasan Ijen–Raung, dan kisah kopinya kuat untuk jadi “cerita pulang”.
Bawa jaket tebal + jas hujan tipis. Cuaca pegunungan bisa berubah cepat.
Datang pagi untuk visibilitas. Kabut bisa datang mendadak.
Siapkan uang tunai. Banyak pembayaran masih tunai di lokasi wisata.
Jaga kebersihan savana. Tempat seluas ini terlihat “tak berujung”, tapi sampah kecil pun merusak estetika dan ekosistem.
Kawah Wurung menawarkan pengalaman yang sederhana tapi ngena: savana luas, udara sejuk, lanskap berubah mengikuti musim, dan akses yang relatif mudah dari Bondowoso maupun Banyuwangi.
Dengan kisaran tiket masuk terjangkau serta rute yang bisa dirangkai dengan trip kawasan Ijen, destinasi ini cocok untuk healing singkat, road trip, sampai berburu foto landscape.
Kalau kamu sedang mencari tempat yang bisa bikin kepala “reset” tanpa harus trekking ekstrem, masukkan Kawah Wurung ke rencana liburanmu.
Datanglah saat pagi cerah, hirup udara pegunungan dalam-dalam, lalu biarkan hamparan hijau (atau savana keemasan) mengingatkan kamu: kadang yang “wurung” justru jadi yang paling indah.